| Pengunjung |
|
8135 pengunjung 1 pengunjung online
|
|
|
 |
Selamat datang di Pondok Zakat |
 |
|
Sambutan
Kepada Yth. Para Muzakki Di Tempat
Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan nikmat yang selalui menyertai kita, sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada suri tauladan terbaik bagi umat, nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Para Muzaki/ Donatur yang di rahmati Allah
Bulan Dhulhijah bulan yang di muliakan Allah telah meninggalkan kita, kami ucapkan terimakasih kepada donatur sekalian yang telah mengamanahkan penyaluran hewan qurbannya kepada kami, semoga qurban yang telah diberikan berbuah kebaikan dan surga yang di janjikan. Kepada saudara kita yang telah menunaikan ibadah haji ke Baitullah kami ucapkan selamat datang kembali ke tanah air mudah-mudahan mendapat predikat haji yang mabrur.
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa kita telah masuk di tahun 1430 H/ 2009 M, kita semua berharap agar tahun ini lebih baik dari tahun yang kemarin. Belum banyak yang kita perbuat pada tahun-tahun yang lalu semoga tahun ini semakin banyak kontribusi kita bagi umat, bagi agama bangsa dan negara kita.
Dalam situasi global yang tidak menentu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak optimis dalam menatap hari depan, ya…Optimisme inilah yang menjadi bekal utama kami Pondok Zakat Bengkel Rohani di dalam mengawali kerja kita di awal tahun ini.
Program kita awal tahun ini adalah insya Allah dengan modal yang ada, yang telah muzaki/ donatur amanahkan kepada kami dalam program Wakaf Tunai adalah memulai pembangunan Pondok Pesantren Modern Ibnu Rusyd. Pembangunan ini membutuhkan biaya dan energi yang besar. Oleh karena itu kami tidak bosan-bosanya mengajak kepada para muzaki/ donatur agar menyisihkan sebagian rezeki yang telah Allah berikan untuk program tersebut di atas.
Kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam program ini kami mengucapkan banyak terimakasih teriring doa semoga Allah SWT melipat gandakan harta yang telah di keluarkan, memberkahi harta yang ada dan menjadikannya amal jariyah yang akan menjadi bekal untuk kehidupan yang kekal di akherat kelak.
Selain program tersebut di atas sebagai mana pada tahun yang lalu maka program kami yang lain tetap berjalan sebagaimana mestinya seperti Safari Yatim di bulan Muharam, Program bea siswa anak asuh, Program Pro Dhuafa, Program Safari Ramadhan, Progran Safari Qurban di bulan Dzulhijah dan program safari kemanusiaan untuk korban bencana.
Harapan kami agar sinergi yang telah terjalin antara kami dan para muzaki dan donatur sekalian semakin meningkat sehingga semakin banyak saudara kita yang bisa terbantu melalui program- program yang kita jalankan. Akhirnya hanya kepada Allah lah kita memohon bimbingan dan pertolongan.
Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Abu Syihan |
|
 |
|
 |
 |
5 Berita terakhir |
 |
|
Jebolnya Situ Gintung....
- oleh Eddarius
01/05/2009 ¤ 14:23
Berita sedih sekaligus perih tiba-tiba kembali menyayat hati kita. Untuk ke sekian kali, suasana duka-lara me-nyelimuti bangsa ini. Setelah rentetan musibah dan bencana beberapa waktu lalu yang mulai mereda, kita kembali dikagetkan oleh sebuah bencana yang menebarkan kengiluan dan kepiluan yang sama: ‘Tragedi Situ Gintung’.
Ledakan besar menandai ambrolnya tanggul sisi timur Situ Gintung Ciputat, Jumat subuh 27 Maret lalu; menggelentorkan 200 juta meter kubik air danau ke tiga kampung dan perumahan warga di bawahnya. Menurut catatan Depkes, sampai Sabtu malam (28/3), ‘tsunami kecil’ itu telah menewaskan sedikitnya 100 orang, 107 lainnya hilang, 183 rumah hancur lebur dan lima unit mobil rusak parah. “Ini bencana,” tandas Wapres Jusuf Kalla, tatkala meninjau lokasi musibah pada hari kejadian.
Dalam keadaan seperti itu, sedikit saja terjadi gejala alam seperti gempa atau longsor, ancaman akan berubah menjadi petaka yang merenggut korban jiwa dan harta rakyat.
Tragedi Situ Gintung ini bukti yang ke sekian kalinya. Bendungan yang dibangun Belanda pada 1932 ini, kerusakannya sudah dikeluhkan dan dilaporkan warga sejak 2 tahun lalu kepada Dinas Perairan setempat. Namun, menurut Marwanto, warga Kampung Cirendeu, laporan tak ditanggapi. Bahkan pada November 2008, luberan air Situ pernah terjadi dan segera pula dilaporkan masyarakat, tetapi tetap dianggap sepele saja oleh pemda setempat.
Di sisi lain, lahan hijau penopang keliling Situ terus saja berubah menjadi permukiman dan areal bisnis, sementara kondisi tanggul kian membahayakan lantaran hanya berupa tanah tanpa beton. Hal ini diakui Departemen PU pada 2007, bahwa telah terjadi alih fungsi kawasan Situ se-Jadebotabek; dari total luas 193 situ di Jabodetabek sekitar 2.337,10 hektar, hanya tinggal 1.462,78 hektar saja. Hanya 19 situ yang kondisinya masih baik. Selengkapnya ... 
Berita sedih sekaligus perih tiba-tiba kembali menyayat hati kita. Untuk ke sekian kali, suasana duka-lara me-nyelimuti bangsa ini. Setelah rentetan musibah dan bencana beberapa waktu lalu yang mulai mereda, kita kembali dikagetkan oleh sebuah bencana yang menebarkan kengiluan dan kepiluan yang sama: ‘Tragedi Situ Gintung’.
Ledakan besar menandai ambrolnya tanggul sisi timur Situ Gintung Ciputat, Jumat subuh 27 Maret lalu; menggelentorkan 200 juta meter kubik air danau ke tiga kampung dan perumahan warga di bawahnya. Menurut catatan Depkes, sampai Sabtu malam (28/3), ‘tsunami kecil’ itu telah menewaskan sedikitnya 100 orang, 107 lainnya hilang, 183 rumah hancur lebur dan lima unit mobil rusak parah. “Ini bencana,” tandas Wapres Jusuf Kalla, tatkala meninjau lokasi musibah pada hari kejadian.
Dalam keadaan seperti itu, sedikit saja terjadi gejala alam seperti gempa atau longsor, ancaman akan berubah menjadi petaka yang merenggut korban jiwa dan harta rakyat.
Tragedi Situ Gintung ini bukti yang ke sekian kalinya. Bendungan yang dibangun Belanda pada 1932 ini, kerusakannya sudah dikeluhkan dan dilaporkan warga sejak 2 tahun lalu kepada Dinas Perairan setempat. Namun, menurut Marwanto, warga Kampung Cirendeu, laporan tak ditanggapi. Bahkan pada November 2008, luberan air Situ pernah terjadi dan segera pula dilaporkan masyarakat, tetapi tetap dianggap sepele saja oleh pemda setempat.
Di sisi lain, lahan hijau penopang keliling Situ terus saja berubah menjadi permukiman dan areal bisnis, sementara kondisi tanggul kian membahayakan lantaran hanya berupa tanah tanpa beton. Hal ini diakui Departemen PU pada 2007, bahwa telah terjadi alih fungsi kawasan Situ se-Jadebotabek; dari total luas 193 situ di Jabodetabek sekitar 2.337,10 hektar, hanya tinggal 1.462,78 hektar saja. Hanya 19 situ yang kondisinya masih baik. Tutup... 
Qurban di puncak Gunung Slamet
- oleh Eddarius
04/02/2009 ¤ 14:46
Tepat pukul 03.00 pagi dini hari. Sabtu 6 Desember 2008 tim safari Qurban Nusantara yang dipimpin oleh Abu Syihan meluncur menuju medan juang masing-masing. Tim I meluncur menuju arah jawa barat, jawa tengah & Bali. Melalui jalur utara dibawah komando langsung Abu Syihan. Tim II yang dikomando oleh sabito Berly melaju kencang menuju daerah lampung, Bogor, dan jalur selatan pulau Jawa, dan Tim III yang dipimpin oleh Saudara Andry, menuju Tasikmalaya, Cianjur & Garut. Sedangkan untuk tim IV mencakup wilayah Jakarta, Bekasi & Serang dipimpin langsung pendistribusiannya oleh Ustad Abu Aqila dibantu oleh Agus Muslim & Imam Hambali. Semua tim bekerja keras tanpa kenal lelah untuk mendistribusikan hewan qurban kepada yang berhak.
Qurban di puncak Gunung Slamet
Daerah sasaran dari tim I yang pertama adalah di daerah Sumedang, kemudian dilanjutkan untuk pendistribusian sesuai dengan pesanan pequrban didaerah Pemalang, yang tepatnya di desa Belik Barat, Kecamatan Belik, kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Didaerah inilah kami baru merasakan perjuangan yang sebenarnya, betapa tidak, ternyata desa Belik ini terdapat dipuncak Gunung Slamet, kami sampai di Kota Pemalang pukul 14.00 sampai di lokasi I pukul 17.30 menjelang maghrib, suasana dijalan sudah berkabut dengan kondisi jalan yang menanjak dan berbelok-belok dan jauh dari pemukiman. Alhamdulillah pukul 17.30 WIB kami sampai di lokasi dan kami bertemu dengan seorang ikhwah yang baik hati. Begitu kami utarakan niat kami untuk mendistribusikan hewan qurban, maka dihubungi teman-teman yang lain untuk membantu kami. Karena hari sudah menjelang malam, mereka menyarankan kami untuk menginap dan hewan qurban dicari besok harinya. Secara halus kami sampaikan “ Perjalanan kami masih panjang Akhi, kami harus dapat kambing qurban malam ini dan membagikan malam ini juga “. Maka dengan penuh keikhlasan mereka malam itu juga mengajak kami kepada peternak domba didaerah kecamatan Belik dan Alhamdulillah kami mendapatkan 7 ekor domba untuk kami distribusikan didaerah ini. Pada esok harinya perjalanan kami lanjutkan ke wilayah Kabupaten Batang, Demak, Rembang dan Pati.
Selengkapnya ... 
Tepat pukul 03.00 pagi dini hari. Sabtu 6 Desember 2008 tim safari Qurban Nusantara yang dipimpin oleh Abu Syihan meluncur menuju medan juang masing-masing. Tim I meluncur menuju arah jawa barat, jawa tengah & Bali. Melalui jalur utara dibawah komando langsung Abu Syihan. Tim II yang dikomando oleh sabito Berly melaju kencang menuju daerah lampung, Bogor, dan jalur selatan pulau Jawa, dan Tim III yang dipimpin oleh Saudara Andry, menuju Tasikmalaya, Cianjur & Garut. Sedangkan untuk tim IV mencakup wilayah Jakarta, Bekasi & Serang dipimpin langsung pendistribusiannya oleh Ustad Abu Aqila dibantu oleh Agus Muslim & Imam Hambali. Semua tim bekerja keras tanpa kenal lelah untuk mendistribusikan hewan qurban kepada yang berhak.
Qurban di puncak Gunung Slamet
Daerah sasaran dari tim I yang pertama adalah di daerah Sumedang, kemudian dilanjutkan untuk pendistribusian sesuai dengan pesanan pequrban didaerah Pemalang, yang tepatnya di desa Belik Barat, Kecamatan Belik, kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Didaerah inilah kami baru merasakan perjuangan yang sebenarnya, betapa tidak, ternyata desa Belik ini terdapat dipuncak Gunung Slamet, kami sampai di Kota Pemalang pukul 14.00 sampai di lokasi I pukul 17.30 menjelang maghrib, suasana dijalan sudah berkabut dengan kondisi jalan yang menanjak dan berbelok-belok dan jauh dari pemukiman. Alhamdulillah pukul 17.30 WIB kami sampai di lokasi dan kami bertemu dengan seorang ikhwah yang baik hati. Begitu kami utarakan niat kami untuk mendistribusikan hewan qurban, maka dihubungi teman-teman yang lain untuk membantu kami. Karena hari sudah menjelang malam, mereka menyarankan kami untuk menginap dan hewan qurban dicari besok harinya. Secara halus kami sampaikan “ Perjalanan kami masih panjang Akhi, kami harus dapat kambing qurban malam ini dan membagikan malam ini juga “. Maka dengan penuh keikhlasan mereka malam itu juga mengajak kami kepada peternak domba didaerah kecamatan Belik dan Alhamdulillah kami mendapatkan 7 ekor domba untuk kami distribusikan didaerah ini. Pada esok harinya perjalanan kami lanjutkan ke wilayah Kabupaten Batang, Demak, Rembang dan Pati.
Tutup... 
Potensi Zakat di Indonesia Mencapai 9 Trilyun Rupiah
- oleh hengQ
06/06/2008 ¤ 09:28
Potensi dana zakat di Indonesia, yang populasinya sekitar 87 persen Muslim, sangat besar hingga mencapai 9, 09 triliun rupiah pada 2007, dengan asumsi ada 29, 065 juta keluarga sejahtera yang membayar zakat rata-rata 684.550 rupiah per tahun per orang. Estimasi ini dikeluarkan oleh PIRAC ("Public Interest Research and Advocacy Center") setelah menggelar survei di 10 kota besar di Indonesia dengan tajuk "Potensi dan Perilaku Masyarakat dalam Berzakat" pada akhir 2007. "Dana zakat di Indonesia cukup besar dan berpotensi sebagai salah satu sumber pendanaan bagi lembaga dan program sosial keagamaan, " kata koordinator program PIRAC Hamid Abidin, di Jakarta, Rabu. Tapi, kata dia, sebagian besar dana zakat belum terkoordinasi secara baik, dan mayoritas penyalurannya lewat masjid atau musholla dengan cara-cara konvensional. Menurut survei PIRAC, pada tahun 2007 terjadi peningkatan jumlah rata-rata zakat yang dibayarkan dalam setahun, yakni menjadi 684.550 rupiah per orang per tahun. Pada 2004 rata-rata zakat yang disalurkan tiap orang wajib zakat (muzakki) sebanyak 416.000 rupiah per orang per tahun. PIRAC juga mendapati tingkat kesadaran muzakki terhadap kewajiban membayar zakat pun meningkat, dari 49, 8 persen pada 2004 menjadi 55 persen pada 2007. Dari angka kesadaran seperti itu, jumlah muzakki yang membayarkan zakat pun bertambah. Pada 2007, sebesar 95, 5 persen muzakki yang sadar akan kewajibannya terhadap zakat mengaku menunaikan ibadahnya itu. "Dengan data seperti ini, kami memperkirakan 55 persen responden sadar kewajiban zakat, dan 95, 5 persen muzakki membayar zakat, " jelasnya. PIRAC melakukan survei rutin tiap tiga tahun sejak 2001. Survei berbasis rumah tangga ini bertujuan mendeteksi perilaku dan pola perubahan potensi ibadah zakat di Indonesia. Survei ini melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 10 kota besar, yakni Medan, Padang, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Manado. Responden yang disurvei adalah Muslim perkotaan yang dianggap memiliki kapasitas dalam berzakat, yang punya pekerjaan dan pendapatan tetap serta memiliki barang-barang mewah seperti kulkas, TV, parabola, dan kendaraan bermotor. "Kami melakukan wawancara tatap muka untuk mengetahui tingkat kesadaran dan pola penyaluran zakat pada akhir 2007, " ujarnya. Selama 10 tahun terakhir volume penggalangan zakat yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ) terus bertumbuh pesat.
Sumber: eramuslim.com Selengkapnya ... 
Potensi dana zakat di Indonesia, yang populasinya sekitar 87 persen Muslim, sangat besar hingga mencapai 9, 09 triliun rupiah pada 2007, dengan asumsi ada 29, 065 juta keluarga sejahtera yang membayar zakat rata-rata 684.550 rupiah per tahun per orang. Estimasi ini dikeluarkan oleh PIRAC ("Public Interest Research and Advocacy Center") setelah menggelar survei di 10 kota besar di Indonesia dengan tajuk "Potensi dan Perilaku Masyarakat dalam Berzakat" pada akhir 2007. "Dana zakat di Indonesia cukup besar dan berpotensi sebagai salah satu sumber pendanaan bagi lembaga dan program sosial keagamaan, " kata koordinator program PIRAC Hamid Abidin, di Jakarta, Rabu. Tapi, kata dia, sebagian besar dana zakat belum terkoordinasi secara baik, dan mayoritas penyalurannya lewat masjid atau musholla dengan cara-cara konvensional. Menurut survei PIRAC, pada tahun 2007 terjadi peningkatan jumlah rata-rata zakat yang dibayarkan dalam setahun, yakni menjadi 684.550 rupiah per orang per tahun. Pada 2004 rata-rata zakat yang disalurkan tiap orang wajib zakat (muzakki) sebanyak 416.000 rupiah per orang per tahun. PIRAC juga mendapati tingkat kesadaran muzakki terhadap kewajiban membayar zakat pun meningkat, dari 49, 8 persen pada 2004 menjadi 55 persen pada 2007. Dari angka kesadaran seperti itu, jumlah muzakki yang membayarkan zakat pun bertambah. Pada 2007, sebesar 95, 5 persen muzakki yang sadar akan kewajibannya terhadap zakat mengaku menunaikan ibadahnya itu. "Dengan data seperti ini, kami memperkirakan 55 persen responden sadar kewajiban zakat, dan 95, 5 persen muzakki membayar zakat, " jelasnya. PIRAC melakukan survei rutin tiap tiga tahun sejak 2001. Survei berbasis rumah tangga ini bertujuan mendeteksi perilaku dan pola perubahan potensi ibadah zakat di Indonesia. Survei ini melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 10 kota besar, yakni Medan, Padang, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Manado. Responden yang disurvei adalah Muslim perkotaan yang dianggap memiliki kapasitas dalam berzakat, yang punya pekerjaan dan pendapatan tetap serta memiliki barang-barang mewah seperti kulkas, TV, parabola, dan kendaraan bermotor. "Kami melakukan wawancara tatap muka untuk mengetahui tingkat kesadaran dan pola penyaluran zakat pada akhir 2007, " ujarnya. Selama 10 tahun terakhir volume penggalangan zakat yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ) terus bertumbuh pesat.
Sumber: eramuslim.com Tutup... 
Cinta Dunia, Penyebab Umat Islam Abaikan Zakat
- oleh eddarius 28/04/2008 ¤ 16:41
Pemahaman umat Islam banyak yang keliru dalam menempatkan posisi ibadah zakat, sehingga sering diabaikan pelaksanaannya. Bahkan ada kecenderungan umat Islam lebih mengutamakan ibadah haji, dibandingkan menunaikan zakat. Demikian dikemukakan oleh Presidium Front Perjuangan Muslimin Indonesia (FPMI)A Muslim Arbi, di Jakarta. Menurutnya, faktor utama keengganan umat Islam membayar zakat karena memang umat Islam banyak dihinggapi penyakit hubbuddunyaa(cinta dunia). "Orang menganggap harta benda yang dimilikinya adalah hasil jerih payah yang tidak boleh dibagi-bagikan. Padahal hakikatnya di antara harta benda yang dimilikinya itu ada bagian dari orang lain, yaitu orang-orang fakir miskin, seharusnya orang Islam sadar untuk bayar zakat, " ujarnya. Muslim mengatakan, padahal jika dilihat dari nilai manfaat secara langsung, zakat sangat jelas. Karena psikologis, para pembayar zakat (muzaki) dapat melihat secara langsung, dan ikut merasakan kegembiraan dari orang yang menerima zakat (mustahik)pada saat itu. "Sungguh sangat ironis, apabila masih banyak yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pembayaran zakat. Atau lebih parah lagi banyak di antaranya kalangan umat Islam yang sudah berkali-kali menunaikan ibadah haji, tapi sangat sedikit di antara mereka yang betul-betul membayar zakat sesuai dengan nisab yang ditentukan oleh agama, " ungkapnya. Lebih lanjut Muslim mengatakan, kalau umat Islam tertib membayar zakat sesuai dengan ketentuan maka tidak akan ada kelaparan dan kemiskinan, karena zakat itu akan didistribusikan kepada yang membutuhkan. Selengkapnya ... 
Pemahaman umat Islam banyak yang keliru dalam menempatkan posisi ibadah zakat, sehingga sering diabaikan pelaksanaannya. Bahkan ada kecenderungan umat Islam lebih mengutamakan ibadah haji, dibandingkan menunaikan zakat. Demikian dikemukakan oleh Presidium Front Perjuangan Muslimin Indonesia (FPMI)A Muslim Arbi, di Jakarta. Menurutnya, faktor utama keengganan umat Islam membayar zakat karena memang umat Islam banyak dihinggapi penyakit hubbuddunyaa(cinta dunia). "Orang menganggap harta benda yang dimilikinya adalah hasil jerih payah yang tidak boleh dibagi-bagikan. Padahal hakikatnya di antara harta benda yang dimilikinya itu ada bagian dari orang lain, yaitu orang-orang fakir miskin, seharusnya orang Islam sadar untuk bayar zakat, " ujarnya. Muslim mengatakan, padahal jika dilihat dari nilai manfaat secara langsung, zakat sangat jelas. Karena psikologis, para pembayar zakat (muzaki) dapat melihat secara langsung, dan ikut merasakan kegembiraan dari orang yang menerima zakat (mustahik)pada saat itu. "Sungguh sangat ironis, apabila masih banyak yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pembayaran zakat. Atau lebih parah lagi banyak di antaranya kalangan umat Islam yang sudah berkali-kali menunaikan ibadah haji, tapi sangat sedikit di antara mereka yang betul-betul membayar zakat sesuai dengan nisab yang ditentukan oleh agama, " ungkapnya. Lebih lanjut Muslim mengatakan, kalau umat Islam tertib membayar zakat sesuai dengan ketentuan maka tidak akan ada kelaparan dan kemiskinan, karena zakat itu akan didistribusikan kepada yang membutuhkan. Tutup... 
Bingkisan Asa dari Bekasi
- oleh admin
13/04/2008 ¤ 17:09
Bakti Sosial dan Layanan Medis Gratis Tanggal 11 Maret 2008, Tim Pondok Zakat Bengkel Rohani bersilaturahmi kembali ke Bekasi menyapa masyarakat pasca banjir di Desa Segara Jaya, Kecamatan Taruma Jaya. Misinya kami Bakti Sosial dan Layanan Medis Gratis untuk kaum dhuafa. Tim kami hadir di taruma jaya bekerjasama ekslusif dengan Klinik Esti Medika Farma-Jakarta, Baitul Maal Misykatul Anwar-Jakarta, Tabloid Suara Muslim, dan Radio Dakta 107 FM. Untuk taktis pelaksanaan tim relawan kami bagi dua; Tim Pertama, mendistribusikan bantuan sembako, pakaian layak, air mineral di Kampung Sasak. Tim berikutnya, berada di kampung Telar untuk mengadakan pengobatan gratis. Semakin menurunnya daya beli masyarakat dan kemampuan pendapatan keluarga, pembagian sembako, pakaian layak, air mineral, biskuit menjadi tetes harapan yang menyejukan hati mereka. Ada 150 kk warga Kampung Sasak berduyun-duyun memenuhi Masjid Al Hidayah. Setelah tausiyah dan pembagian bingkisan sembako, kami melihat toreh harapan nan merona dalam paras kaum ibu dan bapak buruh tani dan nelayan. Sementara layanan medis di kampung Telar melayani warga Kampung Telar dan Sasak, 300 kk dilayani dengan 4 dokter dan 3 tenaga medis lain, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan obat obatan secara gratis. Penyakit kulit, persendian tulang, ISPA, darah tinggi menjadi catatan medis kami tentang warga kampung ini. Catatan akhir layanan ini adalah bagaimana silaturahmi kita telah melahirkan harapan yang membuncah. Taruma Jaya adalah beranda rumah hati kita. Menembus segala batas kepentingan, kami menyusuri sisi tepi kemanusiaan menebar “bingkisan Asa”. Di beranda samping rumah kita, kaum dhuafa menyapa kita dalam belanga kegelisahan. Semoga kita cukup cerdas membungkus gelisah itu. Para pembaca nan budiman salurkan bingkisan asa untuk menyejukan hati mereka. Diberanda sebelah mereka menanti. (Jek@) Selengkapnya ... 
Bakti Sosial dan Layanan Medis Gratis Tanggal 11 Maret 2008, Tim Pondok Zakat Bengkel Rohani bersilaturahmi kembali ke Bekasi menyapa masyarakat pasca banjir di Desa Segara Jaya, Kecamatan Taruma Jaya. Misinya kami Bakti Sosial dan Layanan Medis Gratis untuk kaum dhuafa. Tim kami hadir di taruma jaya bekerjasama ekslusif dengan Klinik Esti Medika Farma-Jakarta, Baitul Maal Misykatul Anwar-Jakarta, Tabloid Suara Muslim, dan Radio Dakta 107 FM. Untuk taktis pelaksanaan tim relawan kami bagi dua; Tim Pertama, mendistribusikan bantuan sembako, pakaian layak, air mineral di Kampung Sasak. Tim berikutnya, berada di kampung Telar untuk mengadakan pengobatan gratis. Semakin menurunnya daya beli masyarakat dan kemampuan pendapatan keluarga, pembagian sembako, pakaian layak, air mineral, biskuit menjadi tetes harapan yang menyejukan hati mereka. Ada 150 kk warga Kampung Sasak berduyun-duyun memenuhi Masjid Al Hidayah. Setelah tausiyah dan pembagian bingkisan sembako, kami melihat toreh harapan nan merona dalam paras kaum ibu dan bapak buruh tani dan nelayan. Sementara layanan medis di kampung Telar melayani warga Kampung Telar dan Sasak, 300 kk dilayani dengan 4 dokter dan 3 tenaga medis lain, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan obat obatan secara gratis. Penyakit kulit, persendian tulang, ISPA, darah tinggi menjadi catatan medis kami tentang warga kampung ini. Catatan akhir layanan ini adalah bagaimana silaturahmi kita telah melahirkan harapan yang membuncah. Taruma Jaya adalah beranda rumah hati kita. Menembus segala batas kepentingan, kami menyusuri sisi tepi kemanusiaan menebar “bingkisan Asa”. Di beranda samping rumah kita, kaum dhuafa menyapa kita dalam belanga kegelisahan. Semoga kita cukup cerdas membungkus gelisah itu. Para pembaca nan budiman salurkan bingkisan asa untuk menyejukan hati mereka. Diberanda sebelah mereka menanti. (Jek@) Tutup...  |
|
 |
|
 |
|
| Kontak Kami |
Pondok Zakat Jl. Ir. H. Juanda No 2A Telp. [021] 740-9905/749-5253 Fax. [021] 749-5253
Email admin@pondokzakat.com andry@pondokzakat.com arief@pondokzakat.com donasi@pondokzakat.com
|
|
|