Safari Qurban Nusantara 2009
- oleh Admin
10/12/2009 ¤ 13:21
JEJAK REKAM SAFARI QURBAN NUSANTARA
PONDOK ZAKAT BENGKEL ROHANI INDONESIA 1430H.
Mendung menggelayut ketika team Safari Qurban Nusantara Pondok Zakat Bengkel Rohani mulai menuju medan perjuangan masing-masing, ya memang belakangan ini kita sudah memasuki musim penghujan,bahkan di beberapa tempat di jakarta sudah terendam air yang semakin menambah syahdunya suasana kebathinan kita ketika memasukihari raya Idul Adha 1430 H. Team Safari Qurban Pondok Zakat Bengkel Rohani di bagi menjadi 6 yang masing-masing menempuh jalur yang berbeda, team satu dipimpin oleh Abu Syihan menyusuri pantai utara jawa, team 2 dipimpin oleh Ahmad sobari menuju jalur selatan Jawa, team 3 menuju banten dan lampung, team 4 dipimpin oleh Sdr Zaenal menuju sumatera Barat. Team 5 diamanahkan kepada sdr.Imam hambali mendapatkan amanah menyebar hewan qurban ke Sulawesi, kemudian team enam yang di komandoi oleh Hasbullah menyebar hewan Qurban di wilayah jabodetabek. Perjalanan dari daerah kedaerah lain dan ditempuh dengan jalan yang sangat berliku naik turun gunung bahkan team kami ada yang mengendarai perahu untuk sampai ke lokasi yang jadi target safari qurban tahun ini daerah-daerah yang ditempuh al: Jabodatabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Pulau Sumatra,Bali, di lokasi korban gempa dan rawan pendangkalan aqidah. Hujan deras dan longsor tidak menghalangi kami untuk menyampaikan amanah qurban agar lebih tepat sasaran. Kita menyaksikan betapa masih banyak saudara kita yang hidup dibawah garis kemiskinan di mana-mana
Qurban di puncak gunung Slamet.
- oleh Admin
10/12/2009 ¤ 13:17
Usai menyerahkan hewan qurban di daerah Sumedang Jawa Barat, team safari qurban melanjutkan perjalan pada malam itu juga menuju daerah pemalang, Jawa tengah. Jarum jam menunjukkan pukul 02.30 dini hari, untuk menuju lokasi membutuhkan kurang lebih tiga jam perjalanan, Alhamdulillah kami menemukan warung makan yang buka malam hari di kota Pemalang kami beristirahat sejenak menikmati santap sahur dengan menu spesial sop Ayam dan teh poci, ya..walaupun perjalanan jauh dan melelahkan kami tetap berusaha untuk menjalankan puasa arafah pada tanggal 9 Dzulhijah, setengah jam kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi dengan melewati hutan dan gunung di temani kabut dan hujan rintik-rintik dengan suasana yang agak mencekam karena medan yang menanjak dan jauh dari pemukiman penduduk. Tepat pukul 05.50 kami tiba di desa Belik untuk menemui mitra peternak yang kami bina setelah bebincang sejenak kemudian kami lanjutkan perjalanan puncak untuk menyerahkan hewan qurban kepada warga petani penggaraptidak jauh dengan daerah Agro wisata Baturaden, Subhanallah kebun dengan keanekaragaman hayati dengan berbagai jenis tanaman sayuran dan buah-buahan terbentang luas seakan mengusir lelah kami di dalam meniti perjalanan ini. Sampailah kami di lokasi yang dikenal dengan sebutan Agropolotan gombong, tepatnya di desa Gombong kecamatan belik, sebagian warga disini bekerja sebagai petani penggarap, sehingga hidup merekapun tidak lebih baik dari para petani pada umumnya. Kami menyerahkan satu ekor Kerbau dan tiga ekor domba untuk mereka. Ucapan terimakasih mereka titipkan kepada kamiuntuk para donatur qurban sekalian.
Qurban di pondok Modern Gontor Ponorogo
- oleh Admin
10/12/2009 ¤ 13:15
Perjalanan safari qurban di Jawa kami teruskan di daerah Timur, team meluncur keKabupaten Ponorogo tepatnya di Pondok modern Gontor Ponorogo, Alhamdulillah kami menyerahkan 100 ekor kambing untuk di korbankan di Pondok dan masyarakat sekitar di wilayah minus di kota reog tersebut. Suara takbir bergema menandakan Iedul Adha telah datang kami berpamitan kepada panitia Qurban Ust Ahmad Suyanto untuk melanjutkan menyebar hewan qurban di daerah lain.
Ke Muara Gembong kami kembali
- oleh Admin
10/12/2009 ¤ 13:14
Muara Gembong adalah daerah yang dekat dengan jakarta, tepatnya di pesisir utara kabupaten Bekasi, telah tiga tahun kami team safari Qurban menyambangi daerah ini tidak ada perubahantaraphidup dari masyarakatnya.Jembatan yang diharapkan untuk menghubungkandaerah ini dengan daerah lain di Bekasi hingga kini masih menjadi mimpi, sehingga untuk menuju daerah ini sama seperti tahun yang lalu kami harus naik getek, wajah-wajah cerah penuh pengharapan terpancar di masyarakat Muara gembong melihat team safari Qurban yang sudah sangat familiar yaitu ustadz muda Agus muslim, kami menyerahkan 20 ekor kambing dan Domba . “Terimakasih ustadz Cuma setahun sekali kami makan daging itupun kalau ada yang membagi seperti pondok zakat Bengkel Rohani “. kata ustadz Saefullah yang menjadi juru bicara warga muara gembong.
Qurban di daerah bencana
- oleh Admin
10/12/2009 ¤ 13:12
Suasana haru bercampur gembira terpancar di wajah-wajah saudara kami di daerah bencana gempa Sumatera Barat, kesibukan tampak di seluruh posko kami baik itu di Padang Pariaman ataupun di Pariaman. Bersama dengan warga sekitar posko kami melaksanakan pemotongan hewan qurban sebanyak 11 ekor sapi, para relawan yang sudah sebulan lebih mengabdikan diri dalam tugas sosial kemanusiaan begitu menyatu dengan masyarakat sekitar posko yang menganggap mereka seperti keluarga sendiri, hampir setiap hari relawan kami mendapatkan kiriman makananan dan buah-buahan dari warga sekitar.
Perjalanan dimulai pada pagi hari, tim kami berjumlah 8 orang menyusuri jalan dipesisir pantai padang pariaman. Tampak pemandangan yang indah di sepanjang jalan menuju kecamatan muara putus kabupaten Agam. Setelah menempuh jarak sekitar 60 KM dan melewati perkebunan kelapa sawit, akhirnya tim kami tiba di sebuah desa kecil yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai peternak dan berkebun. Desa tersebut baru dihuni sekitar 4 tahun, menurut cerita penduduk setempat desa mereka sebelumnya berada di pinggir pantai, namun karena terkena abrasi pantai maka sebagian penduduknya pindah ke lokasi yang lebih aman. Setelah berbincang-bincang dengan penduduk setempat, kamipun beranjak kelokasi peternakan sapi di desa Labuhan. Perjalanan melewati jalan tanah dan berpasir, terkadang kami harus turun dahulu karena akan menyeberangi sungai yang kondisi jembatannya sudah agak rapuh. Tiga puluh menit berlalu akhirnya kami tiba di desa tersebut. Setibanya di lokasi peternakan kami menunggu sampai matahari terbenam, tak lama kemudian tampak segerombolan sapi pulang dari tempat penggembalaan. Sapi sapi tersebut masuk ke kandang masing-masing dengan teratur. Kamipun memilah-milah dan bertanya mengenai harga sapi-sapi tersebut. Setelah terjadi tawar-menawar dan tercapai kesepakatan akhirnya sapi-sapi tersebut dinaikkan ke dalam truk. Ada hal yang menarik ketika sapi-sapi tersebut hendak dinaikkan, ternyata tidak mudah untuk menaikkan hewan mamalia tersebut, perlu keahlian khusus dan kesabaran dalam menghadapinya. Diiringi hujan rintik-rintik tim kami meninggalkan desa tersebut untuk menyebarkannya pada daerah yang benar-benar membutuhkan. Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa waktu menunjukkan pukul 02.30 pagi. Akhirnya kamipun beristirahat sejenak tuk melanjutkan tugas-tugas yangmasih menanti. “ Yaa Allah berikan pahala pada saudara-saudara kami yang dengan ikhlas memberikan Qurbannya pada para dhuafa yang sangat membutuhkan.”
Team Safari qurban tanpa lelah terus berjalan hingga hari Tasyrik usai, banyak suka dan duka kami alami tak menyurutkan niat kami semua untuk berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Alhamdulillah kami berhasil menyebar hewan qurban sebanyak 1049 kambing dan 64 ekor sapi. Kepada para pequrban yang telah mengamanahkan hewan qurbanya kepada Pondok zakat Benkel Rohani kami mengucapkan banyak terimakasih, semoga bukti cinta anda kepada ALLah melalui ibadah Qurban mendapatkan Cinta-Nya. Dan apabila cinta ALLah sudah anda dapatkan insya ALLah segala yang diminta akan dikabulkan. Wallahualam bishawab.
Puluhan Balita di NTT Terserang Gizi Buruk
- oleh Admin
21/11/2009 ¤ 13:57
NTT - Gizi buruk atau marasmus menyerang balita di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Pantauan SCTV, Sabtu (21/11), 20 balita kini dirawat intensif di panti rawat gizi Bitefa Kefamenanu.
Aldi Usfinit adalah salah satunya. Berat tubuh bocah berusia 10 bulan ini hanya empat kilogram. Menurut Yuliana, sejak lahir anaknya tak pernah mendapat asupan gizi, seperti susu dan lauk pauk yang baik.
Menurut petugas panti, para penderita marasmus yang dirawat sudah mengalami peningkatan pemulihan gizi. Mereka diperkirakan kembali normal setelah dirawat 29 hari.
Data Dinas Kesehatan Provinsi NTT menunjukkan, selama musim kering melanda wilayah ini, setiap bulan teridentifikasi adanya ratusan pasien penderita gizi buruk. Dua tahun silam, tiga di antaranya meninggal.
Sumber : liputan 6.com
PBB: Satu Miliar Anak Masih Menderita
- oleh Admin
20/11/2009 ¤ 10:48
UNICEF - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Hak-hak Anak (UNICEF), mendesak warga dunia untuk membantu satu miliar anak di muka bumi, yang belum kecukupan pangan dan menikmati hidup layak. Mereka masih kekurangan makanan, tempat tinggal, air bersih, atau pelayanan kesehatan. Selain itu, ratusan juta anak berisiko mengalami tindak kekerasan.
Pada malam menjelang peringatan 20 tahun konvensi hak anak yang jatuh hari ini, 20 November 2009, UNICEF merilis laporan mengenai tantangan yang dihadapi dan pencapaian sejak Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak-Hak Anak pada 1989.
Direktur eksekutif UNICEF, Ann Veneman, mengatakan bahwa penurunan tajam jumlah kematian anak merupakan pencapaian luar biasa. Dia juga mengungkapkan bahwa kini jumlah anak yang bersekolah di sekolah dasar semakin meningkat.
Namum masih banyak yang perlu dilakukan. Veneman mengatakan, lebih dari 24.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal tiap hari akibat penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dihindari, seperti radang paru-paru, malaria, campak, dan kekurangan gizi.
Hampir 200 juta anak mengalami kurang gizi kronis, lebih dari 140 juta anak dipaksa untuk bekerja, dan jutaan anak lelaki dan perempuan di berbagai umur mengalami kekerasan seksual.
"Saat dekade pertama abad 21 mulai dekat, konvensi adalah momen yang sangat penting," kata Veneman dalam konferensi pers peluncuran laporan UNICEF di New York, Amerika Serikat, Kamis 19 November 2009. "
Tantangan dalam 20 tahun ke depan adalah melanjutkan kemajuan yang telah dicapai, bekerja sama untuk merangkul anak-anak yang belum memperoleh hak-hak mereka untuk bertahan hidup, membangun diri, mendapat perlindungan," lanjut Veneman.
Lebih dari 70 negara menggunakan konvensi tersebut untuk dijadikan badan hukum bagi hak-hak anak dalam hukum nasional mereka. Hanya dua negara, AS dan Somalia, yang belum meratifikasi konvensi tersebut.
Sumber : vivanews.com
Ingat Warga Kelaparan, Sekjen PBB Berpuasa
- oleh Admin
17/11/2009 ¤ 13:19
ITALIA - Jelang dimulainya Konfrensi Tingkat Tinggi PBB mengenai Ketahanan Pangan di Roma, Italia, Senin 16 November 2009, para petinggi Perserikatan Bangsa-bangsa - Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon dan Direktur Jenderal Badan Pangan Dunia (FAO), Jacques Diouf - melakukan puasa. Bagi mereka, pantang makan dan minum selama 24 jam ternyata tak mudah.
Aksi berpuasa itu merupakan keprihatinan mereka secara simbolis atas masih banyaknya warga dunia yang menderita kelaparan. Tahun ini, jumlahnya mencapai lebih dari satu miliar jiwa.
Diouf sudah berpuasa selama 24 jam sejak Sabtu malam. Dia mengaku tantangan utama berpuasa adalah badannya merasa kedinginan, apalagi saat berada di ruang yang ber-AC. Namun, dia merasa cukup nyaman saat tidur.
Bertekad merasakan apa yang dialami lebih dari satu miliar warga dunia, Diouf menjauh sejenak dari makan malamnya. Sejak pukul 08.00 pada hari Sabtu, dia lebih banyak tidur.
"Tidur saya cukup nyenyak. Saya hanya kedinginan," kata Diouf. Maklum, malam saat ia berpuasa, suhu udara di ibukota Italia itu menurun hingga 46 derajat fahrenheit (sekitar 7,7 derajat Celcius).
Bagi Diouf, puasa sejak Sabtu malam merupakan bentuk solidaritas terhadap lebih dari satu miliar penduduk dunia yang kekurangan makan. Dia juga berharap meningkatkan kesadaran warga dunia akan bahaya kelaparan.
Namun yang terpenting, Para pemimpin dunia turut serta melakukan upaya pengurangan kelaparan. Dalam pernyataannya Diouf juga menganjurkan seluruh warga dunia dan pemimpin di seluruh dunia untuk ikut berpuasa.
Dirinya juga berharap, dengan turut merasakan keadaaan sebagian warga dunia, para pemimpin dunia akan turut serta meningkatkan dana sosial untuk pengembangan pertanian.
"Kita memiliki kemampuan teknis dan sumber daya untuk mengurangi kemiskinan. Namun kebijakan politik sangat penting untuk mempengaruhi masyarakat," katanya.
Langkah Diouf juga diikuti Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon dan Walikota Roma, Gianni Alemanno.
Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, menyatakan Ban mulai berpuasa dalam perjalanan ke Italia sejak Sabtu. Rasa lapar menurut Ban sangat tidak enak. “Berpuasa tidak menyenangkan,” kata Ban mengakui.
Namun Ban juga menambahkan “Tugas kita tidak hanya memberi makan bagi yang lapar tetapi juga memberikan kekuatan agar warga yang lapar memiliki kemampuan untuk memberi makan diri mereka sendiri," katanya. Sehingga Ban menyatakan perlu sebuah upaya komprehensif mengatasi bahaya kelaparan global.
Sumber : vivanews.com
Lebih dari Semiliar Orang Dihantui Kelaparan
- oleh Admin
17/11/2009 ¤ 13:16
PBB - Direktur Jenderal Badan PBB Urusan Pangan (FAO), Jacques Diouf, mengaku tak puas dengan hasil pertemuan Konfrensi Tingkat Tinggi Ketahanan Pangan di Roma awal pekan ini. Diouf justru mengritik bunyi deklarasi, yang hanya bertekad segera meningkatkan ketahanan pangan namun tidak memaparkan target yang jelas bagaimana cara mengatasi bahaya kelaparan di seluruh dunia.
"Saya pikir cukup masuk akal untuk menetapkan target sehingga bisa dibicarakan [di forum] apakah akan diterapkan dalam empat atau lima tahun ke depan. Namun di deklarasi itu tidak tercantum waktu dalam mencapai target," kata Diouf, mengomentari hasil KTT pada hari pertama, Senin 16 November 2009, yang berlangsung di Roma, Italia.
Stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa kendati berlangsung selama tiga hari, KTT itu sudah menghasilkan deklarasi akhir pada hari pertama pertemuan. Namun, sebagai pemimpin FAO, Diouf kecewa dengan bunyi deklarasi itu.
"Saya tidak puas bahwa sejumlah proposal konkrit yang saya buat ternyata tidak diterima. Tidak ada konsensus mengenai hal itu dan itulah yang saya sesalkan," lanjut Diouf seperti dikutip BBC.
Salah satu bunyi deklarasi yang membuat Diouf kecewa adalah tiadanya tenggat waktu untuk pengentasan kelaparan secara menyeluruh di penjuru dunia. Isi deklarasi hanya mengulangi pernyataan Tujuan Pembangunan Milenium, yang menyatakan bahwa pengurangan tingkat kelaparan sebesar 50 persen diharapkan bisa dicapai pada 2015. Deklarasi KTT juga hanya menyatakan bahwa pengentasan kelaparan harus terwujud "sesegera mungkin."
Laman The New York Times mengungkapkan, tadinya muncul usulan bahwa kelaparan global harus sudah dientaskan pada 2025. Namun, taget itu dipandang tidak realistis oleh para delegasi negara-negara maju.
Mereka juga keberatan dengan usulan agar negara-negara maju bisa menambah bantuan pertanian kepada negara-negara miskin hingga mencapai hampir 20 persen dari total bantuan pembangunan internasional.
Padahal, data dari PBB sudah memperkirakan bahwa tahun ini saja, jumlah warga dunia yang menghadapi bahaya kelaparan di seluruh muka bumi sudah meningkat menjadi lebih dari satu miliar jiwa.
KTT Ketahanan Pangan ini pun kurang mendapat perhatian dari para pemimpin negara maju. Kecuali Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, sebagai tuan rumah, tidak tampak para pemimpin dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa bagian barat.
Hanya 60 pemimpin yang hadir pada KTT itu, sebagian besar berasal dari negara berkembang. Mereka diantaranya Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dari Brazil, dan Muammar Khadafy dari Libya. Paus Benediktus XVI, pemimpin Gereja Katolik Roma, juga hadir dalam KTT itu.
Mereka ramai-ramai mengkritik kebijakan pertanian yang tak adil, yang selama ini diterapkan negara-negara maju.
Sumber : vivanews.com
Warga Jawa Barat Kurang Makan Daging
- oleh Admin
16/11/2009 ¤ 11:49
JAWA BARAT - Meski provinsi penghasil susu sapi terbesar kedua di Indonesia, untuk soal konsumsi daging, Jawa Barat masih tertinggal. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengungkapkan, konsumsi daging di Jawa Barat di bawah target normal gizi 10,1 kilogram/kapita/tahun.
Menurut Gubernur yang didukung Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera itu, sampai tahun 2008, konsumsi daging baru di Jawa Barat baru mencapai 7,89 kg/kapita/tahun. Pada saat yang sama, konsumsi daging domba/kambing di Jawa Barat juga baru sebanyak 3.932.595 kg/tahun, atau hanya mencapai 12,44% dari potensi ternak domba/kambing di Jawa Barat, di mana populasi untuk domba mencapai 5.311.836 ekor, sedangkan untuk kambing telah mencapai 7.392.693 kg/tahun.
Realitas tersebut, menurut Heryawan menggambarkan bahwa Jawa Barat belum mampu memenuhi target normal gizi konsumsi daging. Selain itu, pemanfaatan produksi daging domba/kambing juga belum optimal. Sehingga diperlukan terobosan memanfaatkan daging domba/kambing sebagai alternatif konsumsi daging selain daging sapi oleh masyarakat.
Dalam rilis ke VIVAnews, Heryawan menjelaskan upaya ini sangat penting mengingat tingginya kebutuhan konsumsi daging sapi di Jawa Barat yang masih belum mampu dipenuhi oleh produksi daging sapi lokal, sehingga pemenuhan kebutuhan untuk konsumsi daging sapi masih bergantung pada provinsi lain sebagai pemasok.
”Diharapkan keberadaan Pasar Ternak Regional Jawa Barat ini tidak hanya diorientasikan pada pemasaran daging sapi, melainkan juga dapat lebih dioptimalkan untuk mendorong pemasaran ternak domba/kambing,” ujar Heryawan saat peluncuran Optimalisasi Pasar Ternak Jawa Barat di Desa Bojong Cideres Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka, Senin 16 November 2009.
Kondisi itu harus ditangkap sebagai peluang guna menjadi pendorong bagi peningkatan kesejahteraan peternak Jawa Barat, sekaligus menjadi daya ungkit bagi produktivitas dan kontribusi sektor peternakan terhadap perekonomian Jawa Barat secara keseluruhan. Menurut Heryawan selain daging domba dan kambing, ada unggulan lainnya, yakni sentra agribisnis peternakan sapi perah, bibit sapi perah betina, serta pemanfaatan sapi perah jantan sebagai ternak potongan.
Berdasarkan data tahun 2008, populasi ternak sapi perah di Jawa Barat sebanyak 111.250 ekor, dengan produksi susu yang dihasilkan sebesar 242.102 ton. Tingginya produksi susu Jawa Barat ini berhasil menempatkan Jawa Barat sebagai produsen susu urutan kedua tingkat nasional. Sebagian besar produksi berasal dari peternak rakyat, yaitu sebanyak 95 persen.
Potensi ini tentu memberikan peluang yang lebih terbuka untuk terus mengembangkan usaha agribisnis persusuan, termasuk di antaranya untuk terus meningkatkan konsumsi susu yang pada tahun 2008 telah mencapai 5,93 kg/kapita/tahun, atau sekitar 97,21 persen dari target sebesar 6,10 kg/kapita/tahun.
Namun demikian, lanjut Heryawan ada sejumlah kendala, di antaranya lemahnya posisi tawar peternak dalam memperoleh nilai jual susu, sehingga berakibat pada penurunan harga susu yang diterima dari Industri Pengolahan Susu (IPS). Di samping itu, belum adanya dokumen formal yang mengikat antara koperasi dengan IPS sehingga keduanya tidak memiliki payung hukum jika timbul masalah atau sengketa dengan IPS.
Masalah lain yang juga perlu mendapat perhatian kita bersama adalah masih tingginya dominasi susu impor, yaitu sebesar 70 persen terhadap pemenuhan kebutuhan susu nasional. Dari jumlah tersebut, 70 persen susu olahan diperuntukkan untuk susu formula bayi dan anak-anak, sehingga berdampak langsung pada generasi muda yang akan datang.
Untuk itu, diperlukan sinergitas dukungan dan upaya bersama, untuk mengurangi ketergantungan nasional terhadap produk import, diantaranya melalui optimalisasi sumber daya lokal dengan membangun peternakan yang tangguh. Upaya ini tentu harus dilakukan bersama antara pemerintah dengan peternak, juga masyarakat selaku konsumen.
”Pemerintah berupaya memberikan regulasi yang tepat, di mana peternak berupaya meningkatkan produksi yang lebih berkualitas, dan masyarakat pun mendukung dengan memilih produk hasil ternak (daging, susu maupun produk olahan) dari peternak dalam negeri,” ujar Heryawan.